Senin, 23 Mei 2011

puisi

Heningnya malam seram mencekam
Halilintar menyambar-nyambar
Cahaya bulan redup menutup

Tak lama, awan cerah memerah
Rembulan menggeliat hidup

Sesosok makhluk berjubah putih bersih
Menghampiri Muhammad, Nabi yang suci
Menyampaikan berita gembira dari Ilahi
Untuk membuktikan kebesaran-Nya pada Insani

Malam itu 27 Rajab
Muhammad dengan Buroqnya berjalanmlam
Dari masjidil haram ke masjidil  aqsa  di Palestina
Untuk menyaksikan kebesaran Ilahi

Tak ada orang mengira dann percaya dengan
logika ilmiah tak memberi arti
hanya orang-orang beriman kepada Ilahi
teruji dan bersaksi akan kebenarannya

_Karya: Rifa’I BA_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar